Selasa, 29 Mei 2012

kedermawanan abu bakar ash shidiq



Pasukan Islam dan musuh berhadapan
di dataran Yarmuk, Tentara Romawi yang hebat itu terdiri dari lebih 3 lakh
serdadu bersenjata lengkap, di antaranya 80.000 orang diikat dengan rantai untuk
mencegah kemungkinan mundurnya mereka. Tentara Muslim
seluruhnya berjumlah 46.000 orang.
Sesuai dengan
strategi Khalid, mereka dipecah menjadi 40 kontingen untuk memberi
kesan seolah-olah mereka lebih besar dari musuh.
Pertempuran yang
tak terlupakan ini berakhir dengan kekalahan pihak Romawi, dan ketika
mengundurkan diri mereka meninggalkan banyak serdadu yang mati di medan tempur.
Kemenangan ini menentukan nasib kekuasaan Romawi di
Syria. Pertempuran Yarmuk, dengan persiapan-persiapan pendahuluannya yang
telah dimulai sejak zaman Khalifah Abu Bakar, dimenangkan pada masa
pemerintahan Umar.
Abu Bakar adalah
sahabat Nabi yang paling terpercaya.
Nabi berkata, “Saya
tidak tahu apakah ada orang yang melebihi Abu Bakar
dalam kedermawanannya.”
Ketika sakit Nabi semakin parah,
beliau meminta Abu Bakar menjadi imam dalam shalat.

Demikianlah, Abu Bakar mengimami shalat tujuh belas kali
selama Nabi hidup.
Nabi berkata: “Saya sudah membayar
semua kewajiban saya, kecuali kepada Abu Bakar yang akan mendapatkan ganjarannya
pada hari kiamat.”
Menurut Tarmidzi, Umar pernah berkata, “O, Abu Bakar, Anda orang
terbaik sesudah Rasul Allah.”
Menurut keterangan imam Ahmad, Ali pernah berkata, “Orang-orang
terbaik di antara umat Islam setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar.”
Para sejarawan
dahulu maupun sekarang banyak memberikan pujian mengenai watak dan prestasi Abu
Bakar.
Dialah salah satu pilar Islam yang kuat, yang sangat membantu dalam
menjadikan agama baru itu sebagai suatu kekuatan di dunia, juga sebagai salah
seorang tokoh revolusi besar Islam, ia telah menciptakan berbagai perubahan
sosial, politik, dan ekonomi yang paling fundamental dalam sejarah manusia, hanya
dalam waktu 30 tahun. Abu Bakar juga salah seorang peletak
dasar demokrasi yang sebenarnya di dunia ini, lebih dari 1.400 tahun yang lalu,
tapi tak pernah ada lagi setelah itu.
Kekuasaan
tertinggi negara memang berada di tangan Khalifah, dan waktu itu seorang khalifah
adalah juga seorang raja yang sangat kuat.
Tapi Abu
Bakar berjalan hilir mudik tanpa pengawal ataupun teman.
Ia makan makanan yang jelek dan memakai pakaian yang lusuh.
Bahkan rakyat awam pun dapat menghubunginya setiap waktu di
siang hari, dan menanyakan segala tindakannya secara terbuka.
Di antara orang-orang Islam,
Abu Bakar dan ali yang terkenal pandai berpidato.
Suatu ketika Abu Bakar menasehati Khalid bin Walid: “Cobalah jauhi
kemegahan,karena kemegahan itu yang akan mengejar Anda. Carilah kematian, maka kehidupan yang akan diberikan kepada
Anda.”
Dia
perintahkan pembuatan daftar tuntunan moral bagi tingkah laku para prajurit
Islam.
Tuntunan ini seyogyanya menjadi contoh bagi dunia
yang porak poranda karena peperangan. Kepada setiap tentara
diperintahkan: “Janganlah melakukan penyelewengan, jangan menipu orang, jangan
ingkar kepada atasan, jangan memotong bagian badan manusia, jangan
membunuh orang-orang tua, para wanita dan anak-anak, jangan menebang atau
membakar pohon buah-buahan, jangan membunuh hewan kecuali disembelih untuk
dimakan, jangan menganiaya para pendeta Kristen, dan jangan lupa kepada Allah
atas kurnia-Nya yang telah Anda nikmati.” Adalah suatu
kewajiban bagi angkatan bersenjata untuk mempertahankan moral yang tinggi.

Walaupun dalam keadaan perang, mereka tetap harus menunjukkan
rasa hormat kepada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Setiap
penyelewengan dari prinsip-prinsip ini akan diganjar
dengan hukuman yang setimpal.
Abu
Bakar mengangkat Umar sebagai Qadhi Agung.
Tapi rakyat
telah terbiasa dengan hidup jujur dan kehidupan sosial mereka begitu bersih
dibanding dengan kehidupan immoral zaman sebelum Islam, sehingga tidak ada
pengaduan yang disampaikan kepada qadhi selama satu tahun.
Adapun Ali,
Utsman, dan Zaidbin Tsabit bekerja sebagai Khatib. Kesederhanaan, kejujuran dan integritas Abu Bakar telah bersatu dalam dirinya. Dialah seorang pedagang kaya yang memiliki
lebih dari 40.000 dirham tunai ketika memeluk agama Islam, tapi menjadi miskin
harta sewaktu wafat sebagai Khalifah Islam Pertama.
*Sumber :
E-Book By PakTani Desember 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar